Selamat Datang di Blog Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X.4 SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan
Tingkatkan Prestasi dengan Mencintai dan Melestarikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Minggu, 13 Januari 2013

UNSUR EKSTRINSIK NOVEL AYAT-AYAT CINTA


1)      Penggunaan dialek Arab dalam percakapan langsung tokoh. Dilatarbelakangi oleh pengalaman penulis di negara berbahasa Arab.
2)      Menampilkan cara pandang Islam terhadap masalah kehidupan sehari-hari seperti pergaulan, adab, dan percintaan. Dilatarbelakangi oleh kecakapan penulis dalam bidang keagamaan.
3)      Menampilkan adat, budaya, norma, dan kebiasaan masyarakat Mesir secara rinci. Didasari oleh pengalaman penulis tinggal di Kairo, Mesir.
4)      Novel yang ia tulis seperti Ayat-Ayat Cinta ini banyak mengandung ajaran agama yang baik yang mencerminkan pendidikan yang ia dapat dan kepribadiannya yang berakhlakan mulia.
5)      Kultur pesantren yang telah lekat dengan dirinya turut mempengaruhi karya-karyanya yang memadukan sastra dan nilai-nilai agama. Perkenalannya dengan dunia sastra juga dimulai ketika ia masih menjadi santri Pondok Pesantren Al Anwar. Ketika itu ia mempelajari syi'ir-syi'ir Arab dan balaghoh (sastra Arab).
6)      Dalam novel Ayat-Ayat Cinta ia tulis secara mendetail suasana dan budaya di Mesir sehingga kita dapat membayangkannya dengan baik, karena ia sendiri pun pernah berada di Mesir dan tahu bagaimana suasana dan adat budaya disana karena ketika menempuh studi di Kairo, Mesir.
7)      Habiburrahman El Shirazi adalah penulis alumni Al-Azhar, Kairo. Hal ini sangat tercerminkan di dalam karya sastranya. Dalam novel Ayat-Ayat Cinta dia mengangkat masalah agama islam, sesuai dengan pendidikannya. Dia dapat menjabarkan bagaimana hukum islam dalam kehidupan sehari-hari sampai cara berhubungan dengan pemeluk agama lain. Novel ini tentu sangat membuka mata kita sebagai umat islam maupun memperjelas bagaimana islam sebenarnya kepada pemeluk agama lain.
8)      Dalam novel Ayat-Ayat Cinta ini, penulis mencoba berdakwah dan menceritakan pengalamannya selama di Mesir, dengan karakter orang disana serta suasana lingkungannya.
9)      Pengarang memiliki kemampuan dalam berbahasa Arab dan penguasaan bahasa Alquran yang cukup baik ,sehingga terlihat dalam novel ini beberapa ulasan tentang Alquran dan penggunaan bahasa Arab.
10)   Pengarang mencoba mengulas sebuah kisah percintaan secara islami dengan rapi dan tidak melanggar aturan agama islam, sesuai dengan ilmu yang ia miliki dalam penguasaan syariat islam yang terdapat dalam Alquran dan Hadis, serta buku–buku lain yang di bacanya. Ini terulas juga dalam beberapa buku- bukunya.


Dipublikasikan oleh :
Kelompok III Bahasa Indonesia
Kelas X.4

Anggota :
1. Andari Cita Candrika
2. Ayu Andika
3. Fachri Anugrah Salaksa
4. Farhan Helmi Alvidoansyah Siregar
5. Iffah Nurfa'iz
6. Muhammad Ilmam Taris
7. Viqqi Fazrianti Kholifatul Ilmi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar